Cara Vaksin Polio
2 Jenis Vaksin Polio dan Cara Pemberiannya
Polio
Imunisasi polio dengan vaksin ini bisa memberikan perlindungan dari virus polio tipe 1, 2, dan 3. IPV penting untuk membentuk kekebalan dari virus polio tipe 2 yang belum diberikan dari BOPV.
Jenis vaksin polio ini berisi virus polio mati. Vaksin ini tidak dapat menimbulkan kekebalan di usus, tapi tetap dapat membentuk kekebalan di dalam darah.
Ketika bayi atau anak terpapat virus polio liar, virus bisa tetap masuk ke usus tapi tidak sampai menimbulkan infeksi berat karena sudah ada kekebalan di dalam darah.
Tapi, karena masih ada virus polio yang berkembang di usus, maka penyakit masih bisa menular lewat kotoran BAB penderita polio yang diberikan jenis imunisasi ini.
Oleh karena itu, jika masih ada kasus polio di di suatu daerah atau negara, maka setiap bayi dan anak-anak di sana harus diberi imunisasi polio tetes.
Bila di suatu daerah atau negara sudah lima tahun berturut-turut dinyatakan bebas polio, maka secara bertahap bisa dilakukan imunisasi polio suntik.
Jadwal dan cara pemberian vaksin polio
Mengutip laman Instagram resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia, jadwal pemberian vaksin polio tetes dan suntik dilakukan empat kali.
Vaksin polio tetes (BOPV) diberikan pada usia bayi 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan.
Pemberian vaksin polio tetes pada usia bayi 4 bulan dilakukan bersama-sama dengan vaksin polio suntik (IPV).
Apabila pemberian vaksin polio terlambat diberikan karena anak sakit atau kondisi lainnya, tak perlu mengulang pemberian dari awal. Tapi, lanjutkan atau kejar imunisasinya dan segera lengkapi sesuai jadwal.
Read more info "2 Jenis Vaksin Polio dan Cara Pemberiannya" on the next page :
Editor :Tim NP
Source : Kompas.com